Home

GNR appetite formation
Selama lebih dari 3 dekade sejak tahun 60 an, musik rock memiliki typical yang nyaris tidak berubah. Typical nya ; personil berambut gondrong, jeans, jaket kulit, vokalis tampan yg mengumbar kata ‘baby’, gitaris maut yg memainkan solo di setiap lagunya, rambut glitter ber hairspray, para gadis di barisan pertama panggung pertunjukan, lirik cinta dan tema bunuh diri, tattoo bergambar tengkorak, dan atribut yg terlalu panjang untuk disebutkan.
Ini terjadi hampir sepanjang 30 tahun, dan membentuk wajah budaya rock secara umum di seluruh dunia. Musik rock dan musisi rock memiliki visualisasi yg sama, dari pojok kota Surabaya sampai Los Angeles.
Awal dekade 90an adalah barisan terakhir pertahanan musik rock dunia. Publik penikmat rock berubah, selera pendengar berubah, perlawanan musisi papan bawah semakin gencar memberontak kemapanan genre musik ini, dan tentunya industri musik memerlukan wajah baru yang unik dan berbeda.
Sebenarnya musik rock nyaris mati di pertengahan 80 an. Nyaris tidak ada hal baru dalam musik rock. Band rock glamor mulai mendapat cibiran dari para kritisi. Personil band yg berambut glitter layaknya wanita yg baru keluar dari salon, mulai terasa kurang jantan. Genre musik rock dengan personil ganjen itu, dikenal dg genre glam-rock, kemudian diplesetkan menjadi gay-rock.
Perlawanan musik rock yg ekstrim dan lebih garang, muncul di genre musik yg dikenal dg genre thrash metal, dan death metal. Belum lagi perlawanan dari musik punk dari era 70 an yg mulai men transformasi diri, dalam bentuk yg berbeda. Kelak mereka akan benar-benar terbunuh di tangan musik grunge dengan munculnya band Nirvana.
Adalah band bernama Guns N Roses, yang muncul mengejutkan publik di tengah hegemoni band rock menjelang akhir 80 an. Secara visual, band ini tampak seperti typical musisi rock di era itu. Rambut gondrong, jaket kulit, mabuk diatas panggung, permainan gitar maut, dan para cewek groupies yg bersedia mengikuti mereka kemana saja.
Tahun 1987 GNR merilis album berjudul Appetite for Destruction. Album ini menghenyak publik dan terdengar berbeda dari tipikal band rock glamor Los Angeles. Di album itu tanpa penuh basa basi, GNR menggeber irama rock yg keras dan brutal dengan tema yg jauh dari kesan cowok manis romantis. Karakter vokal Axl Rose yg sengau terdengar unik, dan tidak dimiliki oleh band sejaman nya. Sayatan gitar Slash berhasil menggabungkan nada agresif dan menyayat hati, jelas dia bukan gitaris yg memainkan nada manis utk memikat para gadis. Izzy Stradlin, rhytm gitar, seperti menyaksikan kembali Keith Richard nya Stones pada kegilaan nya dimasa muda. Duff Mc Kagan adalah anak punk yg memainkan bass dengan gaya yg dingin dan keren. Terakhir, pemain drum yg biasa biasa saja, Steven Adler, dia cukup beruntung tergabung di GNR sejak awal. Kelak ia digantikan oleh pemain drum yg lebih sakti di album GNR berikutnya.
Album ini benar benar straight to your face, menyadarkan para penikmat musik rock bahwa beginilah cara memainkan musik rock. Album ini mendatkan kecaman keras dari publik Amerika dan dunia. Mulai dari grafis cover bagian dalamnya yg menampilkan wanita korban kekerasan seksual, sampai lirik lagu bernada rasialisme.
Aksi panggung mereka yg brutal dan nakal, seperti membawa botol Vodka keatas panggung, di cap memberi contoh buruk anak-anak muda dunia. Dalam sebuah acara award di Amerika, Duff mewakili band menerima award ke atas panggung dg menuntun Slash yg dalam keadaan mabuk. Tak heran band ini pernah dilabeli Public Enemy No.1 di Amerika.
Debut album mereka, Appetite for Destruction, tercatat sebagai album dengan penjualan fantastis hingga saat ini. Kehebatan album ini disetarakan dengan album Thriller nya Michael Jackson dalam angka penjualan. Ini adalah prestasi yg sulit dilampaui oleh band rock pendatang baru hingga saat ini.
Album ini menampakan pada dunia, wajah buruk anak muda Amerika yang ugal-ugalan dan anti nilai. Ini menjadi berbahaya, karena GNR memiliki daya tarik luar biasa dikalangan anak muda dunia.
Termasuk di Indonesia, yg boleh dibilang agak telat merespon kehebatan album ini. Di rilisan Indonesia, lirik lagu album tersebut tidak dicantumkan di bagian dalam cover karena terlalu sarkastik, banyak kata f*#k bertebaran disana sini. Faktor lain adalah, arus informasi belum seterbuka seperti saat ini. Video musik lagu rock barat pun, masih sangat sedikit ditayangkan di Indonesia.
Padahal, di tahun 1988 album ini bertengger di posisi nomor satu versi Billboard Top 200 Album. Di bulan November di tahun yg sama, GNR merilis mini-album berjudul Lies. Hebatnya album ini langsung menempati posisi nomor 2 di Billboard. Jadi GNR satu satu nya band yg menempatkan 2 album sekaligus di posisi teratas, dalam satu waktu.
Publik Indonesia mengenal GNR ketika lagu Sweet Child O’Mine menjadi hits di radio, dan dimainkan oleh band band lokal, dari acara Pensi sekolah sampai panggung Agustusan di kampung-kampung. Mungkin ini terjadi di sekitar tahun 1989-1990 an. Di Amerika, jauh sebelumnya, lagu Paradise City menjadi hits no 1, di berbagai chart / tangga lagu. Video music GNR yg pertama di rilis adalah lagu Welcome to the Jungle, sebuah lagu pembuka yg mendobrak gendang telinga. Tidak berlebihan jika kita katakan, sebenarnya seluruh lagu di album ini sebenarnya layak menjadi hits radio.
Album ini benar-benar menjadi perlawanan terakhir menjelang tergusurnya genre rock, oleh perwujudan rock dalam wajah yg lain seperti Grunge, Alternative-rock, dan Post-punk. Tidak saja karena mereka adalah super-band terakhir yg berambut gondrong, tapi juga karena distorsi di album ini benar-benar mentah, maksud saya, kalian akan mendengarkan seluruh instrumen dan personil nya seakan akan bermain live di album ini. Bayangkan, kita bisa mendengarkan kedua suara gitar, Slash dan Izzi, dengan sangat jelas di speaker kiri dan kanan player kaset.
Aksi panggung mereka pun benar-benar rock. Axl Rose yg berlarian diatas panggung sambil bernyanyi, distorsi dua gitar yg bising tapi harmonis, dan mereka tidak pernah melakukan lipsync tentunya.
Kelak mereka akan kembali mengejutkan publik dengan merilis double-album berjudul Use Your Illusion I & II tahun 1991. Terjadi perubahan wajah band secara signifikan. Di album ini bertambahn personil yg memainkan piano/keyboard. Pemain drum baru yg lebih sakti, Thanks God, dan arransemen yg kaya akan bebunyian mulai dari orkestra hingga alat tiup. Buat saya, penggemar GNR di era album Appetite, double-album ini tidak seperti GNR yg pertama saya kenal. Kita harus menyebutnya dg nama lain. Saya hanya ingin mengenang GNR ketika formasi mereka di album Appetite.
Setelah double-album ini, Izzi Stradlin hengkang dari band, lalu Slash, lalu Duff, tinggalah Axl Rose si vokalis dengan ego yg tinggi sendiri berusaha mempertahankan kebesaran nama GNR.
GNR akan konser di Jakarta 15 Des 2012 mendatang, kabarnya hanya tinggal Axl Rose personil asli yg tampil. Buat saya ini bukan menyaksikan GNR live, tapi konsernya Axl. Biarlah kisah tentang band ini berlanjut entah sampai kapan. Saya hanya ingin mengingat GNR seperti mereka yg saya dengar dan saksikan di tahun 1989. @ffdarmawan

One thought on “Appetite for Destruction – Guns N Roses, Perlawanan Terakhir Musik Rock Gondrong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s