Home

Pernahkah kalian terbangun di tengah malam, atau dini hari, dan yang ingin kalian lakukan adalah memutar musik berharap bisa tertidur kembali? Dalam sunyi tak ada suara, sepi adalah satu satunya suara yg bisa kalian dengar. Lalu kalian memilih satu album, atau satu lagu yg ingin kalian dengar, berharap itu menjadi lagu pengantar tidur terbaik saat itu.
Well, saya sering mengalami itu. Terbangun di malam hari, dan biasanya aku memilih lagu yang paling depresif, kelabu, distorsi yg menusuk tapi tidak merobek telinga, lirik paling -terpaksa aku gunakan kata ‘galau’-, atau yang memiliki satu saja dari ciri diatas.
Di pertengahan dan akhir dekade 80 an misalnya. Meskipun yang aku dengarkan adalah musik hair-rock, tapi dalam suasana itu aku memilih album AHA dan memutar lagu Stay On These Road berulang-ulang, (saat itu album masih berupa kaset pita, jadi menyulitkan jika ingin memutar satu lagu berulang-ulang tidak seperti cd atau mp3 player saat ini). Album lain yg aku pilih adalah satu album kompilasi slow rock era 80 an awal. Lagu yg menyayat di album itu adalah, Changes (Ozzy Osborne), Sailing (Rod Stewart) dan Lady Starlight (Scorpion).
Atau aku mencari stasiun radio yg masih memutar lagu lama. Jika beruntung, aku bisa mendengarkan lagu Jealousy (Queen), atau Michel (Beatles). Paling sial, aku masih bisa mendengarkan beberapa hits radio saat itu, seperti Bangles, Debbie Gibson, atau Martika. Hey, sampai saat ini aku masih menyimpan lagu Toy Soldier (Martika) di hp saya, untuk mengenang sepinya malam di tahun 1989.
Di dekade 90 an, ini masih terjadi, dan beberapa pilihan terbaik di malam saat itu adalah Garbage, The Smith, Siouxie and the Banshees album The Rapture, dan beberapa album yg dg satu dan lain sebab, ada di kamar saya. Sebenarnya saya mendengarkan musik yg lebih berdistorsi, dibanding yang saya sebut diatas.
You know what? Saat terbaik mendengarkan musik adalah menjelang atau sekitar tengah malam. Saat terbaik nya adalah, menjelang tidur atau ketika terjaga dari tidur. Entah kenapa, saya bisa memahami dg tepat emosi yang dibangun oleh sebuah lagu, dan saya merasa ‘lagu itu dibuat dan dimainkan hanya untuk saya’. Ini seperti Martika berada disamping saya membisikan step by step/heart to heart/left right left/we all fall down (Martika – Toy Soldier).
Beberapa lagu jika dimainkan dalam suasana yg tepat, dan waktu yg tepat, akan terasa seperti ‘dibuat dan dinyanyikan hanya untuk kalian’. Entahlah, apa ini berhubungan dengan gelombang otak yg frekwensinya berbeda ketika kita berada dalam posisi setengah tidur. Apalah itu, saya tidak faham teorinya, dan saya tidak terlalu peduli tentang itu.
Ini pernah terjadi, pada saya yang tak pernah bisa menikmati musik nya Coldplay (buat saya, menimati U2 sudah lebih dari cukup, tak perlu ada band sejenis itu lagi di dunia ini). Tapi pada satu sore menjelang gelap, saat saya dg beberapa teman tengah menikmati segelas kopi di sebuah cafe, saat itulah pencerahan terjadi. Tanpa saya sadari saat itu, speaker yg diletakan di beberapa sudut cafe, tengah memutar lagu album Coldplay. Saya mendengar itu sejak awal, tapi tidak saya simak, karena kami sedang berada di tengah percakapan. Tapi tiba tiba saya seperti membeku ketika kami berhenti berbicara, dan melempar pandangan keluar jendela, Coldplay terasa seperti dimainkan hanya utk saya saat itu. Chris Martin (vokalis Coldplay), seperti berkata ‘sekarang udah waktunya lu suka musik gue!’. Dan hanya saat itu saya menyukai Coldplay. Meski kemudian setelah sampai di rumah saya sudah lupa, ‘lagu apa yg saya denger tadi ya?’.
Mungkin kalian punya moment yg berbeda, saat kalian benar benar dekat dengan musik yg sedang kalian dengar. Tapi satu hal, musik yang sangat berarti buat kalian, adalah musik yang bisa kalian dengar, ketika kalian sedang sendirian. Saat ketika ketika mendengar sebuah lagu yg seakan hanya dimainkan untuk kalian saat itu, adalah moment terbaik dalam hidup. @ffdarmawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s