Home

Saat itu di sekitar tahun 1987, ada stasiun radio FM di Bandung yg memutar musik rock sbg differensiasi nya. Setiap malam, hampir setiap malam sekitar jam 10, diawal program ia selalu memutar lagu Stairway to Heaven nya Led Zeppelin, yg kemudian di ikuti oleh lagu lagu slow rock dari era 70 an sampai 80 an. Saat itulah pertama kalinya aku mendengar Led Zeppelin band asal Inggris yg kelak akan menjadi legenda hidup sampai era 2000 an. Band itu tidak berasal dari masa aku tumbuh sbg anak remaja tanggung. Apa buleh buat, saat itu Guns N Roses dan Metallica menjadi musik yg sangat -gw banget- di jaman itu. Aku segera melupakan Led Zeppelin, meskipun beberapa lagu mereka spt Black Dog dan Immigrant Song benar benar menancap di alam bawah sadar ku.

Keren dan dahsyat, bahkan utk ukuran bintang rock zaman sekarang..


Sekitar 15 tahun kemudian, di era MP 3, dimana lagu dibagikan di internet segratis air, aku mendengarkan kembali Black Dog dan Stairway to Heaven. Lagu itu seperti menyengat ku kembali merasakan semangat rock and roll ketika aku masih belum remaja. Komposisi musik Black Dog, aku sadari, adalah lagu yg bisa melintas zaman tanpa terasa kuno. Siapapun yg memahami bagaimana sebuah lagu dimainkan, akan terperangah bahwa lagu itu dihasilkan oleh band yg lahir tahun 1968. Sebuah band yg berjaya, bahkan ketika orang tua kalian belum menikah. Ketika aku mendengarkan kembali Led Zeppelin hari ini, utk kesekian kalinya, aku benar benar ‘bilang WOW’.
Untuk mengawetkan memori ku ttg salah satu band hebat di abad ini, aku coba membaginya pada kalian secara ringkas. Percayalah, mungkin band ini bukan band terkeren untuk zaman kalian, bahkan utk zamanku. Tapi band ini menyisakan sensasi yg masih dirasakan sejak mereka bubar pd 4 Desember 1980. Mendengarkan mereka kembali seperti melakukan ritual, dan mencapai ekstasi, merasakan kembali sebuah kegairahan rock and roll era 70 an.
Led Zeppelin, dibentuk ketika Jimmy Page (Gitar), masih harus menyelesaikan kontrak pertunjukan bersama band nya terdahulu The Yardbirds yg baru saja bubar. Utk itu dia harus membentuk formasi band dadakan, tentunya karena personil TY sudah tak mungkin melakukannya lagi. Maka berkumpulah personil TY yg kemudian akan membentuk sebuah band legendaris sepanjang masa, Led Zeppelin. Mereka adalah John Paul Jones (Bass), John Bonham (Drum), dan Robert Plant (Vokal).
Bahkan belum tuntas mereka menyelesaikan kewajibannya di TY, maka mulailah perjalanan Led Zeppelin dengan merekam lagu lagunya di tahun 1968. Album pertama mereka berjudul Led Zeppelin I (Jan 1969), membuat terperangah pencinta musik rock seluruh dunia. Belum selesai histeria yg dibuat di album pertama, selang beberapa bulan saja pada Oktober 1969 mereka merilis album Led Zeppelin II. Dua album inilah yg kelak akan menjadi tonggak sejarah musik rock, dan dikenang sampai lebih dari 4 dekade.
Tentu saja, LZ dengan berbekal materi musik kelas super, dengan mudah menaklukan Amerika dan dunia. Dengan energi yg besar, mereka melakukan serangkaian konser seperti orang kesetanan. Konser dengan penjualan tiket fantastis, bahkan sold-out, tentunya menarik perhatian publik.
Kesuksesan album berikutnya, Led Zeppelin III, dan album ke 4 yg dirilis tanpa judul, semakin menancapkan nama LZ sbg band papan atas, bersaing dg band sejenisnya spt Deep Purple, Black Sabbath, dan tentunya Rolling Stones.
Album ke 4 mereka tercatat sbg album terbaik secara komersial, dg hits seperti Stairway to Heaven dan Black Dog. Untuk kalian yg baru memulai utk menyimak LZ, ada bagusnya dimulai di album ini. Lalu mulai mundur ke album pertama sampai ke tiga. Buat aku, album LZ setelah album 4, kurang menampilkan keganasan LZ yg kita kenal sejak awal.
Setelah itu LZ mengeluarkan album House of The Holy, Physical Graffiti, Presence, in Through Out The Door, dan terakhir CODA. Aku ngerasa album album itu seperti eksplorasi bermusik LZ yg menggabungkan berbagai elemen musik (funk, soul, sampai reggae), dan siapa yg bisa melarang mereka berbuat itu. Toh yang penting publik masih bisa melihat keganasan empat personil LZ diatas panggung.
Ketika publik masih mencintai LZ seperti mereka di tahun 70 an, tiba tiba saja berita mengejutkan itu datang. John Bonham sang drummer, ditemukan tewas di kediaman Robert Plant sang vokalis. Peritiwa yg terjadi 25 Sept 1980 ini seperti mengakhiri perjalanan LZ. Seperti yg diungkapkan Plant dlm sebuah wawancara nya, “band ini (Led Zeppelin), sudah tidak ada lagi setelah kematian John Bonham”. Benar saja, pada tgl 4 Des, pihak Atlantic Records mengeluarkan pernyataan pada pers bahwa Led Zeppelin menyatakan untuk membubarkan diri.

Hanya 12 tahun perjalanan band ini ke puncak karirnya, dan tiba tiba mereka memutuskan untuk berhenti. Dunia musik kehilangan band terhebat yg pernah ada. Rasanya terlalu singkat bagi pendengar musik saat itu, menyaksikan kehebatan empat personil LZ, dan kini mereka sudah tidak ada lagi.
Meski begitu, pengaruh musik mereka menginspirasi musisi rock di jaman selanjutnya. Rasanyan teknik vokal Robert Plant sedikit banyak, menginspirasi Axl Rose nya GNR. Komposisi blues rock nya masih terasa di beberapa album Aerosmith dan Bon Jovi. Lagu Immigrant Song di remake dg sempurna dg style yg sangat -sekarang-, oleh band Infectious Grooves dan kemudian oleh Trent Reznor nya Nine Inch Nails. Jangan lupa lagu bergaya reggae mereka Dyer Makers dinyanyikan dg manis oleh penyanyi cantik Sheryl Crowe.
Tidak tahu apakah kalian setuju atau tidak, tapi buat aku kualitas Led Zeppelin menurun sejak album ke IV mereka. Mulai banyak eksperimen yg dilakukan oleh mereka dalam bermusik. Okelah, itu halal dilakukan oleh band sebesar LZ. Bereksperimen dengan memasukan elemen musik yg beragam mulai dari soul (The song remain the same & Trampled under foot), reggae (D’yer mak’er), musik timur tengah (Kashmir). Tapi oke, LZ masih menghasilkan epic di lagu The Rain Song (album House of the Holy), buat aku itu lagu terbaik setelah Stairway to Heaven (album Led Zeppelin IV).
LZ mengakhiri karir dengan moment yang indah dan dramatis. Kematian John Bonham / Bonzo, sang drummer, menjadi moment dramatis untuk mengakhiri semua kehebatan LZ selama lebih kurang 12 tahun karir mereka. Tidak ada album reuni setelah itu, tidak ada upaya ‘come back’ setelah itu, tidak ada lagi LZ. Memang ada beberapa kali konser, itupun tetap menggaet putra mendiang John Bonham, yg juga seorang drummer sebuah grup rock bernama Bonham. Itu sudah cukup memuaskan pencinta setia LZ.
Singkatnya, band ini layak menjadi PR untuk para pencinta musik rock, yg ingin mengeksplorasi kekayaan sejarah musik rock dunia. Sangat layak juga bagi para musisi rock saat ini, menyerap inspirasi dari musikalitas LZ, dan mencoba memahami apa yg coba mereka sampaikan di musiknya. @ffdarmawan (dari berbagai sumber)

One thought on “Led Zeppelin, Membawa Blues Tradisional ke Limit Maksimum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s